Postingan

Ukuran Kecerdasan

Gambar
Mari tanyakan kepada diri sendiri? Apakah saya adalah orang yang cerdas? Untuk mengukur kecerdasan pribadi ada alat ukurnya. Alat ukurnya orang yang cerdas dan orang yang bodoh tentu ada. Orang yang cerdas itu bukan dilihat dari pandainya ia menyelesakan soal matematika yang rumit. Atau kelihaiannya menyelesaikan soal fisika. Itu bukan. Orang yang cerdas dan orang yang bodoh itu telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad : “Al kayyisu man daana nafsahu wal amila limaa ba’dal mauut. Wal aajizu man atba’a nafsahu hawaaha watamanna alaulooh.” Artinya : orang yang cerdas adalah orang yang mengkoreksi dirinya dan beramal sebagai bekal setelah mati. Orang yang lemah (bodoh) ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah (dosanya akan diampuni tanpa bertaubat). Dari hadis ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengkoreksi dirinya. Ia pandai melihat kekurangannya. Kelemahan yang ada pada dirinya lalu ia perbaiki. I...

Kebersihan Sebagian Dari Iman

Gambar
Kebersihan Sebagian Dari Iman Tentu kita kaum muslim pernah melaksanakan sholat idul fitri atau idul adha di lapangan. Kalau bukan dipelataran masjid kita sholat di lapangan sepak bola atau lapangan parkir. Kita datang ke tempat sholat dengan membawa beberapa lembar koran. Yang nantinya koran itu akan kita gunakan untuk sholat. Kita menjadikan koran sebagai alas tempat duduk. Saat kita selesai sholat apa yang kita lakukan terhadap koran itu? Apakah kita membawanya pulang? Apakah kita membiarkannya saja tergeletak begitu saja? Kita berharap ada tukang bersih-bersih yang akan mengurus semuanya? Lihat pula kejadian ini. Saat pergantian tahun baru telah usai. Paginya kita akan melihat lautan sampah. Mulai dari bungkus makanan, minuman, puntung rokok, kembang api dll. Sampah berseliweran dimana-mana. Mari kita cermati masalah ini. Sampah adalah musuh bersama. Semua orang jijik ketika berhadapan dengan sampah. Apakah berarti karena jijiknya kita sehingga kita tak mau meng...

Bantu Pemerintah

Gambar
Mengikuti aturan agama berarti memperingan kerja pemerintah dalam mengurus rakyatnya. Coba kita pikirkan. Jika kita taat pada aturan maka tak akan ada lagi kasus pencurian. Kinerja polisi menjadi lebih ringan. Tak perlu pusing membongkar pelaku yang melarikan diri. Jika mahasiswa tak demo ditengah-tengah jalan misalnya, pak polisi tak akan sibuk mengatur lalu lintas. Jika rakyat tak mencuri kayu di hutan, maka polisi hutan tak akan bekerja ekstra keras. Jika rakyat bisa menjaga fasilitas umum, maka anggaran daerah untuk perbaikan fasilitas tak perlu ditambah. Jika hakim bisa jujur maka Departemen Hukum tak perlu bekerja keras. Jika semua orang jujur maka KPK tak akan berpusing-pusing mencari otak koruptor. Tak perlu menghabiskan dana milyaran untuk mengungkap pelaku. Jika rakyat tak menyebarkan film, gambar, VCD porno maka angka pemerkosaan dan kejahatan seksual bisa dicegah. Bahkan, bisa dihilangkan. Jika pejabat dan pemeritan bisa jujur mengelola uang Negara maka tak ...

Gimana Hukumnya Mencari Kutu (Petan)

Gambar
Sering kali kita menyaksikan atau mengalami sendiri kejadian ini. Mencari kutu di depan rumah bersama ibu-ibu tetangga. Saling bergantian dalam mencari kutu. Sembari menunggu suami pulang ke rumah, mencari kutu bersama ibu-ibu yang lain. Ini adalah fenomena yang perlu dicermati bersama. Suatu kebiasaan mencari kutu depan rumah hingga dilihat oleh semua orang yang lewat. Tak terkecuali dilihat oleh laki-laki. Kira-kira peluang rambut kita dilihat oleh laki-laki yang bukan mahrom ada tidak ya? Jawabannya tentu ada peluang itu. Laki-laki tentu bisa saja melihat rambut wanita yang mencari kutu di tempat umum. Bagaimana fenomena ini jika dilihat dari kaca mata agama.  Mari kita bahas. Sebagai orang yang mengaku beragama tentu kita harus mengikuti semua kaidah-kaidah agama. Apa yang Allah dan Rosul sampaikan yang tertulis rapi di dalam Quran dan Hadis tentu harus kita akan laksanakan secara keseluruhan. Tanpa memilih maha hal yang mudah dan sesuai dengan kata hati...

Ukuran Kebaikan & Kejelekan

Gambar
Sesuatu yang dianggap jelek oleh kebanyakan orang tetapi sesuatu itu berakibat surga maka sesuatu itu bukan kejelekan. Sebaliknya, sesuatu yang diangap baik oleh kebanyakan orang tetapi sesuatu itu berakibat neraka maka sesuatu itu bukan kebaikan. Jadi, ukuran sesuatu dikatakan baik atau jelek ialah apakah sesuatu itu bisa memasukkan pelakunya kedalam surga atau neraka. Bukan karena opini kebanyakan orang terhadap sesuatu itu. Sebagai misal, semua orang menganggap bahwa berkerudung itu jelek tetapi ternyata dalam agama dijelaskan wanita akan masuk surga jika mau menutupi kepala dan dadanya. Maka dapat disimpulkan bahwa berkerudung itu kebaikan. Sebaliknya semua orang menganggap bahwa merayakan hari ulang tahun itu baik. Tetapi dalam agama hal itu dilarang sebab akan menyebabkan masuk neraka. Maka dapat disimpulkan bahwa merayakan hari ulang tahun adalah kejelekan. Contoh lain, manusia pada umumnya beranggapan bahwa laki-laki dan perempuan yang berpacaran itu baik. Tuj...

Peluang Kita Sama

Gambar
Semua orang mempunyai peluang yang sama untuk diambil nyawanya oleh Allah. Tidak mengenal usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, suku, pekerjaan, status pernikahan, status sosial dll. Pokoknya semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk meninggal dunia. Oleh karena itu, semua orang harus mempersiapkan dirinya. Semua orang harus beribadah kepada Allah dengan baik dan benar. Juga beribadah sebanyak-banyaknya. Bukan berarti jika masih muda usia maka tak perlu sholat. Tak perlu ikut pengajian di masjid. Bukan berarti tak apa-apa berbuat kemaksiatan. Bukan berarti tak masalah jika berpacaran. Tak apa minum alkohol, mengumbar keseksian dan tak memperdulikan masalah agama. Tidak seperti itu. Mengapa? Karena semua orang mempunyai peluang yang sama untuk kembali ke sisi-Nya. Berangkat dari hal itu, kita semua diajak untuk memperbaiki ibadah. Mari mengoreksi ibadah yang kita lakukan. Sudah benar atau belum. Misalnya cara berwudhu kita. Gerakan sholat kita sudah...

Dibawa Kemana Garam Ini

Gambar
Judul ini memang terkesan lucu dan aneh jika anda baca. Memangnya siapa yang menjual garam? Judul ini sama sekali tak berkaitan dengan judul sebuah lagu. Bukan judul syair cinta yang digandrungi oleh kawula muda. Sama sekali bukan. Memang penulis sengaja mengambil judul seperti ini. Tujuannya agar pembaca sekalian bisa memetik hikmah yang terdapat dalam tulisan ini. Penulis ingin mengupas masalah cobaan. Dimana cobaan adalah sesuatu yang mau tidak mau pasti akan menimpa kepada orang-orang beriman. Setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah SWT dan utusan-Nya pasti akan dicoba. Mau Dibawa Kemana Garam Ini? Penulis akan mengupas bagaimana langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi cobaan. Kadang hati kita seakan tak siap menerima cobaan yang mendadak. Belum lagi jika cobaan itu datang tiba-tiba. Apalagi cobaan itu sangat berat. Gambaran cobaan yang menimpa hati seseorang ialah sebagaimana segenggam garam yang dimasukkan kedua wadah yang berbeda. Orang y...